Compressed Natural Gas (CNG) Plant Tambak Lorok adalah fasilitas penyimpanan gas alam dalam bentuk CNG untuk Pusat Tenaga Gas & Uap (PLTGU) Tambak Lorok. PT PLN Indonesia Power dan PT Perta Daya Gas (PDG) bekerja sama untuk mewujudkan fasilitas CNG Plant ini dengan skema built, Operate & Own (BOO). CNG Plant ini merupakan bagian dari penugasan PT PLN (Persero) kepada PT PLN Indonesia Power dalam rangka menghapus pemakaian Bahan Bakar Minyak (BBM) di Pembangkit Listrik. Proyek pertama ini merupakan bagian dari strategi untuk mendapatkan revenue lebih awal dalam rangka sustainability perusahaan dan breaktrough dalam menangkap peluang bisnis.
CNG Plant Tambak Lorok ini berupa fasilitas kompresi dan penyimpanan gas alam yang berasal dari Lapangan Gundih, Cepu. dengan kapasitas 17 BBTU per hari untuk memenuhi kebutuhan energi primer PLTGU Tambak Lorok Semarang pada saat beban puncak.
Gas alam milik PT PLN Indonesia Power berasal dari PT Sumber Petrindo Perkasa (SPP) sebagai pemilik pipa gas Gundih – Semarang dan PT Pertamina EP sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Lapangan Gundih, Cepu.