Beban puncak sistem tenaga listrik Provinsi Bali tertinggi tahun 2017 sebesar 852 MW yang tercapai pada bulan November 2017. Daya dipasok melalui kabel laut Jawa- Bali 400 MW dan pembangkit 150kV sebesar 800MW yang terdiri atas PLTG Gilimanuk (BBM) 130 MW, PLTG Pemaron (BBM) 80 MW, PLTDG Pesanggaran (LNG) 200 MW dan PLTU Celukan Bawang 380 MW. Dengan beroperasinya Pesanggaran, menggunakan pemeliharaan Terminal LNG Benoa untuk suplai gas ke PLTDG saat ini tidak ada lagi pembangkit di Bali yang BBM. Pada tahun 2019, direncanakan terdapat unit PLTGU Celukan Bawang secara keseluruhan sebesar 130 MW dan PLTDG Pesanggaran sebesar 50 MW.
Untuk mengatasi defisit daya tersebut, direncanakan untuk mengoperasikan PLTDG Pesanggaran Unit 1 dan 2 dengan total daya sebesar 34 MW. PT Perta Daya Gas mendapat penugasan dari PT PLN Indonesia Power untuk melakukan pekerjaan jasa penyediaan suplai gas untuk PLTG Pesanggaran, Bali Unit 1 dan 2. Salah satu lingkup pekerjaan tersebut adalah Pekerjaan Engineering, Procurement, & Construction (EPC) Pipa Gas di area UP Bali. Untuk memenuhi lingkup pekerjaan tersebut, maka PT Perta Daya Gas harus melakukan Pekerjaan Engineering, Procurement, & Construction (EPC) Pipa Gas untuk fasilitas suplai gas ke PLTG Pesanggaran Unit 1 dan 2.