
Perta Daya Gas Laksanakan Kesiapan Sertifikasi ISO 37001
Bogor, 4 Juni 2026 – PT Perta Daya Gas (PDG) menyelenggarakan kegiatan Awareness Training dan Workshop ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) sebagai bagian dari persiapan perusahaan dalam menghadapi sertifikasi ISO 37001 yang direncanakan berlangsung pada September 2026. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Departemen QHSSE & Manajemen Risiko ini berlangsung di Harris Hotel Sentul dan menghadirkan narasumber dari Levner Consulting.
Workshop diikuti oleh Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, para Kepala Departemen, serta perwakilan Perwira PDG dari berbagai fungsi yang berperan sebagai risk owner di lingkungan perusahaan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh peserta terhadap penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan sekaligus memperkuat budaya integritas dalam mendukung tata kelola perusahaan yang baik.

Direktur Utama PT Perta Daya Gas, Djoko Nurprawito, memberikan sambutan
Dalam kegiatan Sertidikais ISO 37001
Direktur Utama PT Perta Daya Gas, Djoko Nurprawito, dalam sambutannya menegaskan pentingnya keterlibatan seluruh insan perusahaan dalam mendukung implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan secara konsisten dan berkelanjutan.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses awareness training dan workshop dengan baik sehingga mampu meningkatkan pemahaman serta kompetensi dalam penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan. Upaya ini merupakan bagian penting dalam memperkuat praktik Good Corporate Governance dan membangun budaya integritas yang semakin kokoh di lingkungan PT Perta Daya Gas,” ujar Djoko.
Kegiatan diawali dengan sesi awareness training yang disampaikan oleh Levner Consulting. Pada sesi tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai prinsip-prinsip dasar ISO 37001 Sistem Manajemen Anti Penyuapan, termasuk pembahasan Klausul 4 tentang Konteks Organisasi serta Klausul 6 mengenai Perencanaan, Identifikasi Risiko SMAP, dan Sasaran SMAP.

Para peserta aktif mengikuti workshop Sistem Manajemen Anti Penyuapan ISO 37001
Selanjutnya, peserta mengikuti sesi workshop yang dibagi ke dalam empat kelompok berdasarkan fungsi dan departemen masing-masing. Dalam sesi ini, setiap kelompok melakukan identifikasi serta pemetaan risiko yang berpotensi mengarah pada tindakan penyuapan maupun perilaku fraud sesuai karakteristik proses bisnis di unit kerja masing-masing.
Melalui pendekatan partisipatif tersebut, perusahaan berharap seluruh fungsi dapat memahami potensi risiko yang ada sekaligus menyusun langkah-langkah mitigasi yang efektif guna mendukung penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan secara menyeluruh.
Kepala Departemen QHSSE & Manajemen Risiko, Revi Adikharisma dalam sesi penutupan menyampaikan bahwa keberhasilan implementasi ISO 37001 tidak hanya bergantung pada pemenuhan persyaratan sertifikasi, tetapi juga pada komitmen seluruh insan perusahaan dalam menerapkan prinsip integritas, transparansi, dan kepatuhan dalam setiap aktivitas bisnis.
Penyelenggaraan workshop ini menjadi salah satu langkah strategis PDG dalam memperkuat sistem pengendalian internal serta meningkatkan kesiapan perusahaan menghadapi proses sertifikasi ISO 37001. Melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan yang efektif, PDG berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan para pemangku kepentingan sekaligus mewujudkan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan berkelanjutan.

